Friday, February 27, 2004

What SPF should I be looking for in my sun block?

Q
Kulit gw biasanya terbakar kalo abis main ski (or whatever). SPF berapa yg harus gw pake untuk sunblock?

A
Sun Protection Factor (SPF) sekarang lebih banyak dijadikan sebagai salah satu hasutan yg dikeluarkan industri kosmetik untuk memberi kesan banyaknya pilihan. Secara khusus, SPF menunjukan berapa lama suatu product bekerja efektif, bukan seberapa bagus product tsb bekerja. Menurut Paula Begoun (pengarang "Don't Go to the Cosmetics Counter Without Me" ) SPF 20 adalah yang paling tinggi/paling lama yg bisa kita pakai.
Tetapi yang lebih penting dari itu adalah bahan aktif dari SunBlock – bukan sekedar berapa lama.

Sun Screen akan melindungi kulit yang terbakar matahari, ia mengandung Chemical Filter yang melindungi kuli dari radiasi
matahari; sementara Sun Block, juga memberikan penghalang terhadap radiasi, hanya saja ia bekerja lebih keras.

Jadi kalo kita ingin betul2 melindungi diri dari musuh yg sebenarnya - radiasi Ultra Violet (UVA) yg menyebabkan penuaan & kanker kulit – carilah Sun Block dengan:
· Parsol 1789 (dikenal juga sbg avobenzone),
· zinc oxide atau
· titanium dioxide
(barangkali ada yg berminat mencari contoh2 productnya).
Bahan2 tersebut hanyalah merupakan bahan aktif yang menghalangi radiasi UVA, yang ternyata hanya ada di beberapa product saja.
Kekurangan dari product2 tersebut:
· Zinc Oxide bersifat "Marcel Marceau-esque" (ga ngerti, mungkin sesuatu yg ga bagus dilihat) kaya yg dipake life guard,
· avonbenzone mudah luntur dan bisa menyebabkan iritasi,
· semetara titanium dioxide bisa menutupi pori2 dan terasa `berat'.
Tetapi semuanya itu bekerja lebih baik menjaga jaringan kulit dibandingkan kebanyakan cream yg hanya menjaga dari kulit yg terbakar.

http://outside.away.com/outside/bodywork/fitness_20031028.html

Mars Vs Venus
Siapa yang lebih cocok untuk melakukan backpacking – co’ apa ce’?


Banyak orang berspekulasi bahwa ce’ lebih cocok melakukan kegiatan yg mengandalkan daya tahan dibandingkan co’ dan penelitian cenderung mendukung ide tersebut. Sebuah penelitian menunjukan bahwa co’ membakar lebih banyak kalori sementara ce’ justru membakar lebih banyak lemak. Hasilnya … ce’ bisa melakukan kegiatan lebih lama sebelum mulai menggunakan cadangan glycogen-nya (karbo) – daya tahan lebih lama.

Ce’ juga bisa jadi lebih kuat di ketinggian. Hasil penelitian lainnya menguji co’ & ce’ dengan mengukur kekuatan otot mereka dan menemukan bahwa ce’ dgn kondisi yg relatif sama mempunyai daya tahan (bukan kekuatan) otot hampir 2x lebih besar dibandingkan co’. ce’ juga bisa lebih menjaga daya tahannya tersebut di tempat2 tinggi. Ketika co’ berada di suatu ketinggian, kemampuan daya tahan otot mereka berkurang lebih banyak dibandingkan ce’.

Di sisi lain, keunggulan co’ adalah karena tubuh ce’ relatif lebih kecil. Bagaimanapun berat tenda, sleeping bag & perlengkapan lainnya relatif akan sama, sebagai hasil persentasi antara beban yg dibawa dan berat tubuh pada ce’ akan lebih besar. Jadi dalam hal ini – dibandingkan dgn co’ dgn kebugaran yang hampir sama, ce’ akan bergerak lebih lambat.

http://backpacker.com/women/article/0,7862,6447,00.html